-->
Sahabatku, aku tak sempat melihatmu bergaun indah.
Mungkin lebih indah dari bayang anganku sekarang, karena malaikatpun tahu bagaimana cantikmu, sahabatku.
Tak sempat pula aku mengucap selamat dan berjabat, aku terlempar dari putaran waktu bumi jawa, aku melanglang dan tak bisa sejenak melihatmu bebahagia. Tapi sungguh aku ikut bahagia.
Hari ini aku sempatkan berdoa, doa tulus untuk menemanimu melangkah di lembah dengan bahtera cinta, sebuah ritual pengejawantahan tertinggi asmara, semoga terkabul semua yang kuminta.
Sahabatku, telah tertambat kini perahu kecilmu, pelabuhan ini cukup luas untuk kau jelajahi, dan teman di sampingmu akan menjagamu dan indahmu, selamat sahabatku.
Akhirnya bidadari ini merajut kasih di singgasana pernikahan, banyak pangeran yang pasti kehilangan, bidadari yang selama ini dipuja telah menjelma menjadi Shinta, istri sang Rama, berarti tak seorangpun boleh menggugatnya, bahkan mengharapnya. Dengarkan itu wahai pemuja..
Bidadari sahabatku, menikah itu menyatukan keraguan, mengikis rasa cemburu dan mengikat erat sebuah kepercayaan. Maka terbanglah kau dengan sayap barumu, sayap indah yang terbalut janji suci, sayap terbuat dari mimpi mewujudkan genapnya separuh ibadahmu pada Ilahi.
Teriring doa dari sang pujangga, semoga untaian kata ini mewakilkan sejuta rasa bahagia atas hari bersejarahmu. Bahagialah di hidup barumu Bidadari Tercantik, sahabatku.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar