
Seperti bukan cinta, seperti halnya mimpi yang tak nyata.
Hanya sementara, kukira…
Tidakkah begitu menggelikan mengingat masa lalu diantara kita
Jauh dan bahkan tiada
Hanya nama yang ku tahu darimu, nama dari masa lalu yang di elu-elukan sahabatku
Dan kau tersaji untukku kini, menjadi panti
Tempat aku mengadu rasa dari kejauhanku
Tempat menumpahkan berliter rindu yang dulu terbendung raguku
Kau muncul dari berpuluh pesona di duniaku, tak silau, tak berkilau
Sepertinya kau hanya batu biasa yang kutemukan, bukan berlian
Tapi hati ini menunjuk ke arahmu
Mengantarkan kail cintaku padamu, tepat di kedalaman ruang hatimu yang teduh dan biru
Aku tercekat tak percaya, masih ternganga dalam tanya
Kau pun serupa, tak henti memukulku, yang menurutmu palsu
Hingga kita saling menggenggam, meredam semua sekam
Kita merekam memori baru, tentang wajah kekasih baru
Kini kita bersatu perempuanku, terikat hati meski terjauhkan jasmani
Kini kita berpelukan di mimpi, sesekali dalam ruang imaji
Kita saling menjaga, atas nama cinta dan setia
Kita membunuh waktu, dengan mendengar suaramu berkata “rindu”
Kita bernyanyi di degupan hati, berdetak laksana melodi
Kau puisi…Perempuan Terindahku
Tidak ada komentar:
Posting Komentar