Maret 02, 2010

1 alasan yang tepat untuk ....




















Saat aku tak juga mendapatkan apa yang kucari di matamu, taka ada cara lain bagiku selain mempertanyakan jauh ke dalam hembusan nafasmu tentang artiku untukmu.

Dingin malam menusuk, ditambah dezert rasa menggigil dari jaket dan kaos yang tak hilang dari basah hujan. Detakan jam tak lagi ku hiraukan, mereka hanya memaksakan waktu sedang aku harus memaksakan rasa ingin tahu. Dua puluh menit berdiri di depanmu, bumi tak berputar, dan aku dilanda keresahan.



Berfikirku tentang kedekatan fiktif antara kita di sela jarak yang begitu jauh, kebutuhan kehadiran suara dan perhatian yang tak pernah habis untuk kita sampaikan. Aku menganggapnya sebuah awal dari gerbang besar yang sudah kuketuk, dan kau membuka pintu mempersilakan aku masuk. Kedekatan yang menurut banyak orang adalah sebuah kelayakan hadirnya ‘anak kandung sedarah’ bernama sayang. Itu menurut banyak orang. Kau tak terdiam sedikitpun, tatapan mata mengambangmu bergerak dari nada serius di alto dan tertawa kecil khas becandamu di mezzosopran. Aku tak mampu menangkap sejauh mana kau mengerti rasa yang coba kuhadirkan selama ini, bahkan kau mempertanyakan “apa kamu merasa aku memanfaatkamu??”. Say, aku memang tak datang dengan sayap indah dan pesona elegan seorang malaikat berjubah putih atau vampire ganteng layaknya Edward Cullen, tapi bukan berarti manusia buruk rupa hitam kelam ini tak punya sebuah keikhlasan sebagai dasar menyayangi. Aku melakukan semua karena sayang...

Kamu sempat bilang “berhenti mengharapkan aku, aku tak pantas buat kamu say”. Sekarang coba katakan kenapa kau menganggap ada sebuah ketidakpantasan bagiku mencintaimu, tidakkah aku harus tahu mengapa. Kau berkelit mengucap tentang masa lalumu dengan cinta yang lalu, dengan ketidakdetailan yang kamu ungkap, dan ketertutupan yang sengaja kau hadirkan menjadi tameng yang hanya memperlihatkan matamu yang menatap kosong kearahku. Aku tak tahu saat itu bibirmu tersenyum atau mengumpat sekeras-kerasnya. Tak butuh lama detik berganti untukku bertutur. Aku juga bukan makhluk sempurna tanpa masa lalu yang kelam, aku juga punya cerita yang terus kusembunyikan. Jika kau berfikir itu akan menghalangiku merubuhkan tembok masa lalumu, kamu salah. Aku sudah melangkah terlalu jauh, jika harus mundur hanya karena sebuah ingatan dan peristiwa yang tak mungkin lagi terulang. Masa lalumu tak masuk hitungan bagiku say. Maaf, skor 2-0 untukku..

Dan kita berdebat kembali, walau lebih sering kau tertawa melihat keseriusanku mengungkap perasaan. Aku tak tersinggung sayang, aku tau itulah kamu, orang yang paling pandai bersembunyi di balik tawa dari segala peristiwa. Tapi kaupun tak pernah tahu bahwa aku mengenal matamu, mata itu tak penah berbohong tentang kegamangan hatimu yang bertentangan dengan ucap bibirmu. Aku menunggu apa lagi yang akan kau ucap, hingga terlontar olehmu “aku takut say, aku takut akan terjadi lagi sperti yang lalu. Aku mencintai dan ditinggalkan”. Tak perlu diteruskan say, aku sudah tahu masalah itu bahkan sebelum kau memberitahukan dunia bahwa kau sakit. Apa menurutmu aku sama dengan mereka, apa aku memang seperti orang yang akan memainkan perasaanmu, tak pernah sedikitpun terbesit olehku. Jika aku mampu menaklukkanmu, aku adalah orang paling beruntung di dunia, seperti si buruk rupa yang mendapatkan melaikat dari surga.

mungkin kamu hanya kasihan sama aku say, itu bukan cinta. Coba kamu lebih membuka mata, masih banyak yang lebih layak buat kamu dari pada aku”.... Dear GOD, apakah Kau menciptakanku dengan tingkat kebodohan yang teramat, hingga aku tak mampu memisahkan rasa kasihan dengan cinta. Jika ini sebuah elegi rasa kasihan, aku tak mungkn sedalam ini berusaha menaklukkanmu. Dan aku telah membuka mata, sungguh aku telah membuka mata. Setelah seseorang pergi dari hidupku, sekarang aku merasa menemukanmu dalam kepingan lain dari koin Venus, wanita istimewa yang sungguh ingin kupuja.

kamu terlalu baik buat aku say”... Lalu apa buruknya menjadi terlalu baik, bukankah semua orang ingin mendapat yang baik dan terbaik. Kamu bilang lelaki baik-baik hanya untuk wanita baik-baik. Say..say...Allah-lah yang menentukan jodoh kita, Allah yang akan menentukan siapa orang baik dan siapa yang buruk. Dan jika aku boleh memutar pertanyaan ini untukmu say, “apa yang membuatmu berfikir kamu tak baik?”. Tidakkah itu jawaban dari semua yang ingin aku tahu, bukankah itu akar dari ketidakjelasan laranganmu agar aku mencintaimu...Kekuranganmu, kelemahanmu, keburukanmu, kepedihanmu, itu semua satu paket yang ingin kusayangi.

Dari sekian kali aku mempertanyakan,hanya satu jawaban dari bibirmu yang benar-benar masih membuat aku berharap, “biar aku tanyakan ke Tuhan ya”... Sesungguhnya aku tak berharap ada jawaban itu say, tapi saat itu terucap aku tahu bahkan Allah pasti akan memberi yang terbaik bagi umatnya.

Semua yang diawali dengan waktu berhenti pula oleh waktu. Malam tak menoleh untuk menatapku, dia tak hiraukan meski aku belum jua mendapat jawaban. Aku belum mendapatkan 1 ALASAN YANG TEPAT UNTUK TAK LAGI MENGHARAPKANMU....Biar kucerna dalam-dalam semua jawaban muter-mutermu, dan kusimpan pertanyaan itu hingga purnama kesekian aku kembali tuk ungkapkan.

……………………………………………………….saat ku membaca MATA.

2 komentar:

alul mengatakan...

matamu matamu, yang ada mataku jereng hurufnya ijo semua huft. tak tega bilang sejujurnya, karena konsekuensinya lebih parah, kau akan mengubah font color mu jadi PINK

ryomantic mengatakan...

hwekekeek....
biar menambah shocking rul..
sekali go green tetep go green..