Februari 24, 2010

The End of Journey


Matahari tak juga ingin segera meninggi, tapi kau pergi dengan memberatkan hati. Tak inginkah kau menghabiskan sisa malam yang tinggal beberapa jam, menikmati kegelapan yang memang sudah menjadi gelap sejak seminggu kau tertidur dalam ketidaksadaran. Pagi ini terlewatkan olehmu Pakde...Padahal pagi ini indah, padahal kicau burung siap menyambut jika kau mau membuka matamu, semua keluarga berkumpul di sisimu, mereka setia meski hanya tertidur di alas karpet di depan ruangan bertulis "Kamar ICU"..Kau melewatkan kebersamaan ini..


Setiap hari tak ada doa yang tak kami panjatkan, kami memohon yang terbaik untukmu Pakde, dan Allah punya kualifikasi tersendiri untuk kata 'terbaik'. Setiap nafas yang kami hembus, berisi butir-butir rasa khawatir yang telah membeku selama seminggu, layaknya hati Ibu yang menungguimu dengan hati pilu. Bude tak pernah kuat melihatmu terbujur dengan kaku. Semua tamu yang datang, itu bukti banyak hati yang masih mengharap kebangkitanmu. Sayang, Allah lebih menyayangimu...


Selamat jalan Pakde..perjalananmu telah usai, kisah ini memang tak terbukukan, tapi kami pasti mengingat setiap jejak kebaikan dan bayangan kearifanmu.
Pagi ini pasti makin banyak orang berkumpul, makin meriah rumahmu Pakde, dan makin merajalela pula tangis dan air mata. Tak terbayang bagaimana teririsnya hati Bude, ketegaran Nophie pasti seketika akan luluh (lama sudah dia menahan beban untuk tak menangis). Tak terbayang pada siapa Dita akan bermanja jika kau tak ada, dan si bungsu Ningrum, ah aku tak tahu bagaimana perasaan siswa SD yang ditinggal ke surga oleh sang papa. Aku pun tak jauh beda, sepertinya aq telah kehilangan sosok ayah nomer 2, ayah yang tak lupa memberi petuah dan doa dalam setiap apa yang aq lakukan. Pakde baik-baik ya di sana...

Ya Allah, kini ku serahkan salah satu orang yang ku sayangi padamu. Kukembalikan titipan berharga ini ke tanganmu, maaf jika aku dan keluarga tak mampu mengemban amanah dengan menjaga orang yang kami sayangi ini dengan baik. Bahkan dia yang selalu menjaga kami dengan segala macam nasehat, dia baik ya Allah.

Aku tahu aku tak berhak mencampuri hitungan pahalamu, apalagi mengurangi timbangan dosa yang telah kau susun. Tapi sebagai keluarga yang berbakti, perkenankan kami untuk memanjatkan beberapa kalimat memuja-Mu, dan berharap keridhoanmu mengampuni dosa-dosa Pakde-ku.
(tribute to: Pakde Sujono)

2 komentar:

al mengatakan...

innalillahi wainnailaihi rojiun
sabar ya Sat...mungkin itu yang terbaik

ryomantic mengatakan...

makasih rul...
Allah Maha Adil, Dia lebih tau apa yang umatnya perlukan dan apa yang harus diambil kembali ke sisi-Nya.