Cinta itu bukan Matematika, tapi Biologi
Cinta tidak pernah menghitung untung rugi dalam melakukan sesuatu, cinta bertindak dengan hati, hingga kadang melawan logika matematis. Saat kamu memberikan perhatian sejumlah 3 kuntum bunga mawar + 2 potong coklat + (2 jam telpon x 7 hari) = 1 cium mesra. Secara matematis itu tidak benar, tapi dalam cinta, jawaban itu cukup sepadan.
Seperti pelajaran Biologi, cinta itu selalu berusaha menilai seseorang dari bagian biologis lawan jenis. Seperti orang jadul bilang, cinta itu dari mata turun ke hati. Saat posisi cinta berawal dari mata, kerja pupil akan mengidentifikasi fisik sang korban, sensor motorik akan mengirimkan sinyal ke neuron otak untuk merespon dengan ungkapan “CANTIK/GANTENG”. Kemudian otak akan memerintahkan sensor motorik ke jantung, agar jantung berdetak semakin kencang. Itulah kenapa jantung berdegup lebih cepat saat orang jatuh cinta.
Cinta bukan Fisika, tapi Kimia
Kalau hukum Fisika berlaku untuk jatuh cinta, pastilah tidak ada orang yang mau jatuh cinta. Secara praktek prinsip jatuh cinta berlawanan dengan Gaya Gravitasi, dalam fisika setiap benda yang jatuh akan menuju ke bawah, karena pengaruh gaya gravitasi yang dimiliki bumi. Tapi dalam cinta, saat seseorang “jatuh” dia akan serasa terbang melayang, orang yang jatuh cinta tidak akan menginjak bumi karena dia merasa melayang-layang dalam kekaguman. Jadi kalau jatuh dalam Hukum Fisika akan terasa sakit, dalam cinta, jatuh justru terasa menyenangkan.
Siapa yang menyangkal kalau cinta itu butuh “CHEMISTRY”?? Unsur kimia CINTa (Carbon Iodine Nitro Talium) merupakan senyawa campuran dari unsure CoWOK (Cobalt Wolfram Kalium Oksida) yang sifatnya cenderung keras, mudah meledak tetapi mudah meleleh pada titik didih tertentu. Sedang senyawa GaDyS (Galium Dysprosium Sulfida) adalah penetralisir unsur CoWOK yang keras, meski GaDyS lebih bersifat korosif dan kerapatan molekulnya rendah jadi mudah patah, lemah, serta cenderung tertekan, tetapi dari sifatnya yang lemah inilah yang mampu membuat senyawa CoWOK terurai.
Cinta bukan Geografi, tapi Sejarah
Siapa yang pernah jatuh cinta?? Jika jawabannya adalah kita semua pernah. Yang menjadi pertanyaan adalah, dimana letak cinta itu?? Apakah sudah ada yang memetakannya. Secara Geografis cinta itu tidak terletak, keabstrakannya tidak memerlukan Garis Lintang dan Garis Bujur untuk membantu menemukannya. Cinta itu kadang hangat beriklim tropis layaknya di daerah khatulistiwa, tapi kadang dingin mendekati suhu Green Land yang membeku setiap waktu. Ada yang meninggikan cintanya hingga lapisan Stratosfer, yang pada akhirnya bertemu awan Cumulus dan meledak turun bersama hujan. Tapi ada yang berusaha memendam cinta sedalam 16.000 kaki di bawah permukaan air laut, dan mungkin hanya akan muncul saat ada badai Tsunami berkekuatan 9 SR. Cinta tak memiliki kepastiannya dalam geografis, oleh karenanya cinta tak terpetakan.
Cinta itu tumbuh disuatu tempat dan di semua waktu, yang kita perlukan hanya belajar dari masa lalu. Cinta tak pernah berubah esensi dari jaman Romeo Juliet hingga Ariel Luna Maya, hanya kadang orang yang merasa mengerti cinta tidak mau membuka lembar sejarah dan belajar dari kesalahan. Cinta di jaman Monarkhi mungkin hanya berkutat di kerajaan, keturunan Bangsawan tidak boleh mendapatkan orang biasa. Dan kejadian itu terulang di masa sekarang dengan slogan “Orang Miskin Dilarang Jatuh Cinta”. Jika Romeo Juliet mampu mati demi cinta mereka berdua dengan meminum racun, sekarangpun ada orang yang nekat lompat dari menara Sutet hanya karena orang tua tidak setuju dengan calonnya. Sungguh pecinta tidak belajar Sejarah.
Cinta itu Pendidikan Agama, bukan Pendidikan Olah Raga
Cinta yang sejati itu mendekatkan pada rasa syukur, membuat kita berbuat sesuatu dengan ikhlas. Agama adalah pegangan hidup manusia agar hidup dalam damai, dan senjata terampuh yang diberikan kepada manusia lewat agama adalah CINTA. Landasi semua cinta kita di dunia dengan Cinta yang hakiki pada Tuhan kita. Agama memang membatasi cinta sesama manusia, karena manusia dipenuhi pikiran dan imajinasi yang kadang menyalahi kodrat yang ditakdirkan Penciptanya. Maka cobalah mencintai dengan pegangan agama kalian, agar cinta kalian diridhoi oleh Tuhan.
Cinta itu tidak butuh terlalu sering kontak fisik macam olah raga, cuma ketulusan yang mendasari cinta. Meski jauh dan tidak bisa setiap waktu berhubungan dengan pasangan, tapi cinta mampu menjaga kesetiaan. Berbeda dengan olah raga yang memerlukan kondisi face to face dalam pelaksanaan, dan rutin dilakukan. Selain itu, olah raga cenderung mengandalkan praktek secara fisik, nah kalau cinta ga boleh terlalu sering kontak fisik, kata nenek itu berbahaya.
Bukan Bahasa Indonesia, tetapi Pendidikan Moral Pancasila
Banyak cara mengungkapakan cinta, salah satunya mengucapkannya dengan bahasa sehari-hari seperti “aku cinta kamu”, “I love you”, “aku tresno sliramu” dll, tapi esensi utama dari cinta tidak ada dalam perkataannya, kalau kata pujangga “cinta itu bukan untuk dikatakan, tapi dirasakan”. Kalau sudah seperti itu berarti tidak terlalu penting Ejaan Yang Disempurnakan (EYD) atau aturan Subjek Predikat Objek Keterangan. Jadi jangan terlalu monoton ungkapkan cintamu dengan bahasa, tapi perlihatkan perhatian dengan perbuatanmu yang sesekali tapi berkesan.
Cinta dan Pendidikan Moral Pancasila?? Jauh ya. Tapi ada satu hal yang mendasari kenapa cinta menjadi bagian dari pendidikan moral, karena sekarang ini cinta kadang membuat seseorang melanggar batas-batas moral (orang bilang sie itu cinta). Kalau saya bilang, cinta itu tidak seharusnya buta, hanya seberapa terang seseorang melihat cinta, itu yang menjadi masalah. Cinta mampu mengajarkan kita menghormati dan menghargai orang lain, karena cinta menghadirkan semua yang baik dan menutupi semua yang kejelekan. Dalam cinta semua yang dilakukan adalah benar, tetapi harus dicari yang paling benar, sama seperti prinsip menjawab pertanyaan PMP.
2 komentar:
Ah sial.. baru tau klo ini ternyata blogmu, Sat. Pas baca database contact peserta diklat TOEFL ada gtalkmu "ryomantic"...eing..eing..langsung ingat dulu pernah buka blog ini. Ternyata klop. hehe..
Sukses terus ya..
hehe..ketauan juga jatidiriku,,wkwk
Posting Komentar