--> -->
Tenangkan hatimu Ibu, agar kami juga nyaman menyandang kata ditinggalkan.
Ibu menitipkan kebanggan sebagai mainan kami, itu sudah cukup Ibu, kami akan lanjutkan.
Apa yang ibu siram adalah bunga-bunga bangsa, yang kelak akan mengharum pada saatnya.
Yang telah ibu sulut adalah api reformasi yang akan terus membakar jiwa kami. Terima kasih Ibu..
Kami tak menangis Ibu, tatap mata kami, ini bukan air mata tapi bulir kemenangan Ibu yang selalu mengiringi perjuangan kami.
Jika seketika ini menetes, anngaplah ini ceremony melepas seorang Srikandi, yang tak lain adalah Ibu kami sendiri.
Berjuanglah di medan lagamu yang baru, 1927 doa mengantarmu...
Sampai detik ini, tak ada mendung yang merundung. Tak pula hujan membasah tanah.
Itu tanda, ibu pertiwi rela melepas kau pergi, meski hati kami inginkan ibu tetap di sini, tinggal lebih lama di hati kami.
Mungkin nanti saat kau kembali menginjak Jakarta, dengan label Pahlawan Sejati, bukan anak negeri berprestasi yang dikerdilkan para politisi…
Hasta la vista Mommy…
Sampaikan pada dunia “Indonesia Bangga memiliki Sri Mulyani Indrawati”
Tidak ada komentar:
Posting Komentar