Mei 23, 2010

Satu Keping Hati


-->
Apa yang sedang kau lakukan detik ini bidadari? Membelai sejuntai rambut pendekmu yang memaksaku mengindahkanmu, mengkomplitkan cantikmu saat helainya menyentuh paras ayumu. Aku mencoba mengalihkannya dengan menatap awan, membayangkan keindahan yang jauh lebih cemerlang dari ketukan ingatan tiap detik akan pesona wajahmu.

Apakah kau sedang menatap cermin kejujuran? Aku ingin menjadi cermin itu, memandang tanpa lelah di kedalaman matamu yang sendu. Aku ingin kau menangis, dan tunjukkan padaku bahwa cinta ada di sana. Lalu aku berpaling pada bayangan hitam, bayangan kebohongan, dan berpikir kau akan selalu mencintaiku. Maka hancurlah sebongkah imaji akan dirimu, kau menghitam dalam kekeruhan bayang.

Ah, mungkin kau masih terlelap dalam tidurmu, berhibernasi mengistirahatkan jiwa yang lelah dicinta dan raga yang didera beban rasa. Mungkin kau terlihat lebih cantik saat terlelapmu, aku ingin di sampingmu. Menjaga apa yang ku puja, melindungi apa yang tak sempat ku miliki, dan menyesali bodohku membiarkan kau pergi. Tapi itu kehendak hatimu, aku menurut meski ku tak mampu untuk seketika berhenti merasakanmu dalam langkahku.
Mungkin kekasihmu ada di situ, membelai indah rambutmu, menjadi cermin bagi kaecantikanmu, karena dia akan senantiasa bilang “kamu cantik”. Dia orang yang beruntung mendapati seorang bidadari seindah dirimu takluk di pelukannya. Aku iri merasakan semua itu, betapa indahmu tak bisa ku selami, manjamu tak mampu ku penuhi dan sedihmu tak bisa ku halangi. Sedikit saja aku ingin kau tahu, aku menyibukkan diriku dengan rutinitas tanpa perlu, hanya untuk berhenti berpikir aku mencintaimu, sayangnya tak semudah itu.

Kini, tiap kutemukan rasa bahagiamu dengan dirinya, aku ingin bernapas lega. Tak mudah menganggap sebuah rasa hanya angin sekejap lewat, terlalu naif buatku membunuh cinta karena buktinya aku tak bisa. Kau tak pernah menginjakkan jejakmu di hati, meski setiap kehadiranmu di alam sadar dan tak sadarku adalah siksa mendalam dari ketentuan undang-undang cinta. Pasal-pasal yang berbicara “Barangsiapa dengan sengaja mencintai, menyayangi dan atau mengasihi seseorang tetapi penolakan yang didapatkannya, didenda dengan ingatan akan orang yang dicintainya seumur hidup dan pidana kurungan dalam kesedihan selama dia kuat menanggungnya.”

Aku ingin menjadi kuat menanggung rasa kecewa dan kokoh menopang setiap dirimu datang, aku ingin tak melupakanmu tetapi tidak pula sakit saat mengingatmu. Ada yang berbeda dari kisah kita, dan aku ingin bertahan dengan cara yang berbeda pula. Akan ku persembahkan satu keping hati tiap kali aku mengingat atau bertemu denganmu, ku kumpulkan hingga aku lelah mengingatmu dan pikiranku terisi oleh bidadari lain. Hingga tak terasa sakit saat aku membuang cantikmu dalam lubang hitam, dan bisa ikhlas melihat kau bahagia.

Aku mencintaimu dengan hati, aku melupakanmu dengan hati.

Tidak ada komentar: