Desember 22, 2009

Memenangkan sebuah hati .....





ragu itu mengiringi ucapnya yang terbata,katanya mengundang cemas di mata para penatap.adakah sesuatu yang lebih meragukan daripada meraba permukaan hati seorang wanita??apakah dia cinta??apakah kau hanya mamimpikannya??apakah dia hanya berkawan tanpa rasa??wanita memegang sebuah kemuliaan saat seorang lelaki mencintainya.



kembali ke sebuah cerita di ruang sempit bertukar rasa.dia berkaca,bukan melihat mukanay.matanya berkaca menahan riak-riak kecil terciprat di bibir kelopak matanya.dia seorang lelaki sayang....dia tidak cengeng,hanya sedang berusaha memenangkan hati pujaan hatinya.sepertinya!!!aq ada tepat di hadapnya,tersenyumku diantara sela penasaran apa yg akan diucapkannya.dia benar-benar tertekan dengan keinginannya sendiri,dia beku,menggigil diterpa badai salju dari wanita disampingnya.sungguh dia hanya ingin memenangkan hati sang perempuan pujaannya.

dan akhirnya dia berkata,terbata dengan sesegukan nada melilit di tenggorokannya,tercekik oleh serutan asmara.aq melihatnya sekilas,lalu kupalingkan muka sejenak.mencoba meraba seperti apa keruh yang menutup di rasa jantannya.sebab dia layaknya penakut yang bertemu musuh bebuyutan dengan ilmu di atas dirinya.dan kusimak setiap perkataannya...dan hatiku menertawakan dirinya sendiri,tapi mulutku tersenyum seraya tanganku melonggarkan dasi terlilit di leher.ruangan ini koq jadi panas ya.

bukan cinta yang dia nyatakan kawan,bukan sayang yang dia tunjukkan.tak ada mawar yang berserak menyentuh sisi romantis,bahkan tak ada sayap-sayap Cupid yang terbang diiringi panah-panah kecilnya.bukan pembicaraan tentang cinta,hanya sebuah eksplisitas kompetisi memenangkan sebuah hati.perlombaan maninggikan mutu sendiri dan berharap ada yang menunjuk jari dan mengibarkan bendera putih.ha3
cinta yang belum jelas untuk orang yang juga tidak jelas.

tapi aq terhenyak dari mimpi lima menit,yang lebih mirip merem sesaat menghilangkan rasa pusing.

dia memiliki keberanian seorang Alexander The Great untuk sebuah alasan yang dia anggap perjuangan menggapai kejayaan.meski aq lebih berharap apa yang dia katakan akan selirih bisikan Gibran di bibir seorang Selma Karamy.sekarang aq menatapnya lagi,melihatnya dari sisi lain seorang penyair.dia syair yang penuh isi,panjang menggebu-gebu disetiap penggalan kata dan intonasi pembacaannya.tp dia kosong dari arti penafsiran,karena bahkan kami tak melihat sebuah cinta sesaat kemudian dan sketika.api yang dikobarkannya justru lebih mendekati serudukan banteng membabi buta menyerang musuh tanpa melihat sebelah amna sasarannya.

penatap melihat kesinisan sebuah rasa cemburu yang terlepas,terbang dan menabrak dinding putih dari bangunan yang kumuh.dia tersenyum,sepertinya dia memenangkannya,menurutnya...

dan aq tersenyum pula.tak ada sebuah harga untuk keberanian selain applause serentak semua tangan-tangan pejuang cinta.
lalu aq menunduk langsung,karena memang tak ada yang bisa aq artikan dari kedangkalan bahasa cinta yang dia utarakan.

sang wanita????semoga kau merasakannya....

1 komentar:

penJepret mengatakan...

apakah maksudnya bertepuk sebelah tangan? tiwas kamu ge er yaa