September 22, 2010

JASMINE



Harum ini tak pergi sekejap pun dari indera penciumanku, wanginya menggerogoti sedikit demi sedikit kesadaranku, kau duduk tersenyum manis bak malaikat tanpa dosa yang sedang menyaksikan pertunjukkan drama. Sedang di dadaku berkecamuk rasa, layaknya film action Jet Lee melawan puluhan jagoan kungfu yang berhati serigala. Sungguh tenangmu mengiring aroma melati itu jauh ke dalam dangkalnya hatiku, menelisik sedikit, merembes melalui celah rongga paru-paru sehingga setiap hirupan nafasku bukanlah O2, tetapi aroma Jasmine yang semerbak.
 
Tahukah dirimu jasmine, wangimu itu mampu merubah konsentrasiku, menerobos celah-celah kesadaranku, mungkin lama-lama mampu merusak ibadahku, menggoyah iman. Hufff...
Ketika dari mulutku terucap keingintahuan betapa harum aroma peri ini mengelilinginya, menempel di jengkal kulit halusnya, kau bergurau dengan mengatakan wangi itu untuk menyambutku. Tidakkah aku menjadi begitu spesial meski hanya sebatas guyon waton untuk mencairkan suasana, yang bahkan telah mencair sesaat setelah aku duduk di sebelahmu dan kau suguhi dengan aroma mandi kembang tengah malam. Begitu dahsyat wangi melati ini membawaku jauh kearah kekagumanku padamu, kekaguman yang belum pernah aku rasakan terhadapmu selama ini. Sepertinya tanpa tersadar aku telah berlutut di telapak kakimu dan siap untuk kau suruh menerjang seribu bala tentara demi membela panji negara sang ratu, kaulah ratunya dan aku abdi paling setiamu yang rela mati di medan laga.
Aku tak pernah memiliki referensi seberapa pengaruh bau melati terhadap kesadaran dan hormon seorang laki-laki, yang aku tahu melati identik dengan bau kedatangan hal-hal yang menakutkan dari kuburan. Tapi dirimu tak datang dari tempat mengerikan itu, bahkan tubuhmu utuh tanpa lubang di belakang punggung. Kenapa kau nampak begitu indah malam ini??? Seakan kau tak pernah menyibakkan kecantikanmu selama ini, sedang tak ada yang berubah dari dirimu. Kau mempermainkan dingin malam itu dengan mengayunku dalam buaian aroma melati yang bergerak naik turun seirama hirupan nafasku. Kemudian kau melemparku dalam kubangan rasa nyaman berada di dekatmu. Tak ada yang terjadi diantara kita di dunia nyata, tapi dalam imajiku kau mengajakku berdua mesra di taman bunga jasmine di tengah padang savana.
Dan saat aku harus pergi, aku meninggalkan jejak kekaguman yang tak habis-habisnya. Wangi jasmine membuatku tersayat rasa sayang akanmu malam itu, aku akan merindukan wangi jasmine itu ketika aku kembali, semoga hanya wangi jasmine itu. Sebab aku tak mungkin menyayangimu. Hanya wangimu, harummu, JASMINE....
“maaf ku jatuh cinta lagi, ijinkan hanya hari ini. Biarkan aku miliki, nanti ku kan kembali. Ampuniku malam ini, walau hanya sekali”-by Zigas

Tidak ada komentar: